Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Arduino adalah Apa? Ini Dia Penjelasan [Super] Lengkapnya

arduino adalah

Tahukah kamu bahwa ternyata tak semua orang tahu Arduino adalah apa. Ada yang menganggapnya sebagai robot, bahasa pemrograman, software, hardware dan bahkan nama komunitas.

Sebenarnya anggapan tersebut tak sepenuhnya salah. Karena memang pada dasarnya Arduino memiliki software, hardware, dan bahasa pemrogramannya sendiri.

Agar tak salah paham terlalu jauh, mari kita sama-sama meluruskan pengetahuan tentang apa Arduino itu dengan membaca penjelasan berikut ini.

Apa Itu Arduino

Arduino apa sih? Yaitu suatu produk yang terdiri atas software dan hardware. Memungkinkan kita untuk membuat suatu rangkaian sistem otomatis dengan tambahan beberapa komponen elektronika.

Hardware Arduino berbentuk papan sirkuit yang terdiri atas berbagai versi. Misalnya seperti Arduino Uno, Nano, Mega, Esplora, dan sebagainya.

Adapun untuk software-nya yaitu Arduino IDE. Nanti akan saya jelaskan di poin berikutnya.

Pada dasarnya, Arduino diproduksi untuk tujuan simulasi rancangan elektronik. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kini ia dibuat menjadi suatu produk rangkaian siap jual.

Nah, sampai sini kamu sudah paham kan apa itu Arduino?

Pengertian Arduino

Berbicara tentang pengertiannya, Arduino punya banyak versi pengertian. Namun untuk memudahkan, berikut ini adalah contoh pengertian yang paling simpel.

Arduino adalah suatu pengendali mikro single-board yang sifatnya open source, diturunkan dari wiring platform, serta dirancang untuk memudahkan penggunaan komponen elektronik dalam berbagai bidang.

Itu hanya definisi Arduino dari satu sudut pandang saja yah. Jadi tak perlu terus berpatokan pada pendefinisian tersebut.

Kamu juga bisa membaca pengertian Arduino menurut para ahli dan Wikipedia agar lebih paham.

Mikrokontroler Arduino

Mas, kita kan topiknya bahas Arduino. Kok ini bahas mikrokontroler yah?

Eh, tunggu dulu. Kamu perlu tahu bahwa mikrokontroler dan Arduino itu masih saling berhubungan satu sama lain. Sehingga kadang ada istilah mikrokontroler Arduino.

Setiap jenis Arduino pasti di dalamnya ada mikrokontroler. Namun tiap mikrokontroler di dalamnya belum tentu ada Arduino. Eh, kok jadi muter-muter yah.

Intinya, bagian paling vital dari Arduino yaitu mikrokontrolernya. Bisa dibilang bahwa mikrokontroler adalah otak dari Arduino yang berfungsi memproses data.

Tanpa adanya mikrokontroler, meng-coding Arduino sama sekali tak bisa dilakukan.

Jadi wajar saja kalau nantinya kamu belajar Arduino, mendapatkan materi yang sedikit menyinggung seputar mikrokontroler.

Sejarah Arduino

Ok, selanjutnya mari kita bicarakan tentang sejarah singkat Arduino. Pertama-tama dimulai dari arti namanya.

Menurut beberapa jurnal sejarah, istilah Arduino diambil dari nama penguasa di Ivrea, yaitu Raja Arduin.

Raja ini sangat dihormati hingga namanya dijadikan nama bar yang kebetulan jadi tempat pertemuan para pembuat dan pengembang Arduino.

Alasan mengapa nama Arduino digunakan sebagai nama platform, yaitu untuk menghormati bar tempat pertemuan tersebut.

Uniknya dalam bahasa Italia, Arduino bisa diartikan sebagai “Teman yang berani”.

Adapun untuk sejarah perkembangan Arduino mulai dari awal hingga saat ini, bisa kamu baca di sejarah Arduino.


Fungsi Arduino

Fungsi dari Arduino yang paling utama adalah memudahkan pengguna. Dari sisi hardware, papannya memudahkan pengguna dalam membuat rangkaian tanpa harus menyolder.

Sedangkan dari sisi software, Arduino mempermudah pengguna dalam urusan penulisan perintah. Ini karena pada software Arduino IDE, sudah disediakan library yang akan membantu penyederhanaan proses coding.

Selain itu, untuk urusan upload perintah ke papan Arduino, kamu tak perlu pusing lagi. Karena software dan hardware-nya sudah dirancang khusus untuk terhubung satu sama lain dengan mudah.

Sampai sini, kamu sudah tahu kan apa fungsi Arduino.

Bagaimana Cara Kerja Arduino Secara Umum?

Perlu diketahui bahwa Arduino merupakan board instrumen yang terdiri atas chip mikrokontroler tertanam serta beberapa perangkat pendukung lainnya.

Chip mikrokontroler yang berperan sebagai otak Arduino memiliki beberapa varian seri. Tergantung jenis board apa yang ditempatinya.

Untuk jenis Arduino Uno, seri mikrokontroler yang digunakan adalah Atmega328 dan diprogram menggunakan bahasa C melalui Arduino IDE.

Simpelnya, cara kerja Arduino yaitu mengambil data input dari pin yang telah diatur untuk menerima data. Dimana nantinya data tersebut akan dikirim ke mikrokontroler untuk diproses sesuai keinginan.

Kemudian, hasil prosesnya akan disalurkan kembali ke pin output untuk disalurkan ke perangkat output.

Kelebihan Arduino

Kelebihan Arduino dibandingkan jenis mikrokontroler lainnya yaitu open source, murah, variatif, punya banyak library, ada modul siap pakai, serta dilengkapi tombol dan pin reset.

Selain itu, kelebihan lain Arduino adalah memiliki bootloader sendiri, gampang dipelajari, banyak sumber belajar, menggunakan port USB, serta software-nya yang bisa dijalankan di lebih dari satu sistem operasi komputer.

Bercermin dari semua kelebihan tersebut, rasanya memang wajar bila Arduino digemari oleh banyak kalangan.


Kekurangan Arduino

Apapun yang diciptakan di dunia ini, selain memiliki kelebihan tentu ada kekurangannya. Begitu pula dengan Arduino.

Saat ini, pihak Arduino sendiri maupun pengembang pihak ketiga terus berusaha mengatasi kekurangan yang ada.

Jika kamu seorang ahli di bidang elektronika, bisa juga kok ikut berpartisipasi mengembangkannya. Mengingat Arduino itu adalah platform yang open source. Jadi bisa dikembangkan oleh siapapun.

Beberapa kekurangan Arduino saat ini yaitu kapasitas memori yang kecil, clock speed  rendah, tidak dilengkapi modul wired secara built in, kode HEX lebih besar, sering terjadi kesalahan fuse bit, serta memori flash yang berkurang karena digunakan sebagai bootloader.

Selain itu, kekurangan lain yang dimiliki Arduino yaitu kita harus memodifikasi program lama jika ingin menambah atau mengubah instruksi kemudian menguploadnya lagi.

Arduino IDE

Pada beberapa poin sebelumnya kita telah menyinggung bahwa Arduino memiliki software khusus. Nah, software tersebut adalah Arduino IDE (Integrated Development Environment).

Arduino IDE adalah software yang berfungsi sebagai teks editor dan dapat digunakan untuk membuat, mengedit, memvalidasi, serta meng-upload program yang telah dibuat ke papan sirkuit Arduino.

Hebatnya lagi, Arduino IDE adalah aplikasi multi-platform. Apakah yang dimaksud dengan aplikasi multi-platform?

Yaitu aplikasi yang dapat digunakan pada beberapa sistem operasi seperti Windows, Mac OS, dan Linux. Bahkan saat ini Arduino bisa juga diprogram melalui smartphone Android.

Untuk cara download, instal, serta pengenalan interface dan fungsinya bisa kamu lihat di artikel software Arduino IDE.

Arduino Uno

Jika pada poin sebelumnya yang dibahas hanya seputar software-nya, maka kali ini kita akan membahas hardware-nya, yaitu Arduino Uno.

Papan sirkuit ini adalah jenis paling populer diantara yang lainnya. Ini terlihat dari kebanyakan tutorial di internet yang menggunakan Arduino Uno sebagai media praktiknya.

Beberapa alasan mengapa jenis ini banyak digunakan yaitu karena mudah ditemukan di pasaran, spesifikasi yang tidak terlalu rendah maupun terlalu tinggi, dan tentunya harga yang terjangkau.

Library Arduino

Kelebihan tersendiri yang dimiliki software Arduino IDE dalam proses pemrogramannya yakni tersedianya fitur library. Ini begitu sangat memudahkan pengguna.

Program yang pada dasarnya sangat panjang, sampai berpuluh-puluh bahkan ratusan baris harus diketik manual. Bisa dengan mudah dimasukkan ke dalam program melalui impor library.

Sehingga dengan adanya fitur library Arduino ini, kamu tak perlu lagi dibuat kerepotan mengetikkan program yang panjang secara manual.

Kamu hanya perlu mengetikkan sedikit perintah dasar, lalu mengimpor library yang kamu butuhkan. Dengan begitu, maka tenaga dan waktumu juga bisa lebih dihemat.

Ini tentu akan sangat membantu bagi para programmer pemula dan yang masih sangat awam dalam bahasa pemrograman.

Driver Arduino

Layaknya sebuah komputer 32-bit atau 64-bit yang butuh driver, Arduino juga membutuhkannya untuk menghubungkan perangkat keras dan perangkat lunaknya.

Pada saat pertama kali menginstal Arduino IDE, biasanya di dalamnya sudah ikut terinstal drivernya. Namun untuk beberapa kasus, pengguna kadang membutuhkan driver tambahan, yaitu CH340G.

Umumnya, perkara yang timbul dari tidak menginstal driver ini adalah port Arduino tidak terbaca. Ini merupakan masalah familiar bagi para pengguna pemula Arduino.

Namun perlu kamu ketahui bahwa yang akan mengalami masalah tersebut hanyalah para pengguna Arduino clone.

Jadi, untuk para pengguna board Uno original, tak perlu repot menginstal driver Arduino tambahan. Karena memang itu hanya diperuntukkan bila kamu menggunakan Arduino clone..

Bahasa Pemrograman Arduino

Secara umum, bahasa pemrograman untuk Arduino saat ini adalah bahasa C. Tetapi dalam versi yang telah disederhanakan. Beberapa orang menyebutnya bahasa processing.

Hebatnya lagi, bahasa Arduino telah dilengkapi dengan library yang berfungsi memudahkan pengguna dalam hal penulisan program.

Dengan adanya library, maka kode panjang dan rumit tak perlu lagi diketikkan ulang secara manual. Hanya tinggal menggunakan sistem impor saja dan beres.

Proses pengodingan yang harusnya dikerjakan 2 jam bisa selesai hanya dalam waktu 5 menit. Sungguh luar biasa bukan bahasa coding Arduino ini?

Yah, selain menghemat waktu, otak juga tak perlu bekerja terlalu keras.

Oh iya, untuk bisa membuat program di Arduino IDE, terlebih dahulu kamu harus belajar tentang tata cara penulisan bahasa pemrograman Arduino.

Gambar Arduino


arduino

Gambar di atas menunjukkan beberapa variasi jenis Arduino yang ada. Kebanyakan memiliki perbedaan harga, ukuran, bentuk, kemampuan, dan kapasitas memori.

Mengapa jenis Arduino dibuat beragam? Yaitu untuk membantu menyesuaikan kebutuhan para pengguna.

Karena kebutuhan tiap pengguna berbeda, jadi dibuatlah jenis Arduino yang terdapat perbedaan dari sisi harga, ukuran, bentuk, kemampuan, dan kapasitas memorinya.

Sehingga pengguna nantinya tinggal memilih jenis Arduino apa yang ia ingin gunakan berdasarkan kebutuhannya.

Selain itu, kamu juga harus melihat gambar Arduino Uno HD dan PNG beserta penjelasan fungsi bagian-bagiannya agar bisa lebih paham tentangnya.

Board Arduino

Beberapa komponen utama penyusun board Arduino terdiri dari chip mikrokontroler atmega, pin input/output, kristal osilator, port USB, power jack, header ICSP, memori, dan tombol reset.

Semua komponen ini saling berhubungan satu sama lain hingga memungkinkan Arduino untuk menjalankan suatu fungsi tertentu.

Board Arduino telah didesain sesimpel mungkin untuk menghemat kapasitas ruang dalam rangkaian.

Lihat saja tampilan board Arduino Uno dan Nano. Tampilannya simpel serta tak membutuhkan banyak kapasitas ruang dalam rangkaian.

Selain itu, Arduino juga sering disebut komputer kecil karena memiliki bagian input dan output.

Pin Arduino

Karena Arduino terdiri dari beragam jenis, jumlah pinnya pun ikut bervariasi. Ada yang jumlah pinnya sedikit, sedang, dan banyak. Pokoknya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan.

Fungsi dari pin Arduino ini bermacam-macam. Ada yang sebagai pin analog, digital, tegangan, reset, komunikasi serial, dan yang lainnya.

Untuk pin analog dan PWM (Pulse Width Modulation) Arduino Uno masing-masing berjumlah enam.

Downloader Arduino

Bagi kamu yang belum tahu, jadi downloader ini fungsinya untuk mentransfer program dari komputer ke mikrokontroler.

Untuk platform Arduino sendiri, kita tak perlu pusing memikirkan USB downloader-nya. Karena baik software maupun hardware-nya sudah didesain sedemikian rupa untuk saling terhubung dengan  downloader bawaannya.

Kapan kita butuh downloader tambahan? Yaitu ketika ingin mentransfer program dari komputer ke mikrokontroler tanpa menggunakan software Arduino IDE.

Tetapi kalau dipikir-pikir yah ngapain repot pakai downloader Arduino tambahan lagi kalau memang semuanya sudah lengkap di software Arduino IDE. Ya kan?

Perlu diketahui juga bahwa kamu bisa menggunakan Arduino sebagai downloader untuk memasukkan perintah ke mikrokontroler lain.

Jenis Arduino

Ada banyak sekali jenis Arduino. Diantaranya yaitu Uno, Leonardo, Duemilanove, Mega 2560, Intel Galileo, Micro, Nano R3, Mini, Mega ADK, Esplora, Lilypad, Serial, Fio, BT, Ethernet, Robot, 101, dan Yun.

Semua jenis Arduino tersebut bisa kamu pilih dan sesuaikan berdasarkan kebutuhanmu dalam membuat rangkaian. Baik itu dari segi harga, ukuran, kapasitas, maupun yang lainnya.

Untuk bisa memilih jenis yang tepat, terlebih dahulu kamu harus paham jenis-jenis Arduino beserta fungsinya, kegunannya, dan spesifikasinya.

Dengan begitu, maka kamu akan terhindar dari kesalahan memilih Arduino yang cocok untuk rangkaian project-mu.


Sensor Arduino

Sensor adalah suatu perangkat yang akan memberikan data input ke Arduino untuk diproses. Layaknya jenis board, sensor juga memiliki banyak varian pilihan.

Beberapa contoh list sensor yang sering digunakan yaitu pembaca sidik jari, pendeteksi cahaya,  getaran, gas, suara, dan masih banyak lagi.

Untuk masalah sensor, nanti tinggal disesuaikan saja berdasarkan project Arduino seperti apa yang ingin kamu buat.

Jadi penting bagi kamu untuk memahami jenis sensor Arduino dan fungsinya.

Project Arduino

Dengan menguasai penggunaan Arduino, nantinya kamu bisa membuat berbagai macam project keren berdasarkan imajinasimu maupun berdasarkan video tutorial yang ada.

Beberapa jenis project Arduino bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari adalah jemuran otomatis, kipas angin pintar, sistem kontrol serta monitoring jarak jauh, sistem keamanan dengan sensor sidik jari, dan sebagainya.

Pokoknya tinggal bagaimana kamu menuangkan kreativitasmu dalam sebuah proyek Arduino.

Belajar Arduino

Untuk kamu yang mau belajar Arduino, ada banyak sekali sumber referensi bertebaran di luar sana dan bisa dijadikan bahan referensi.

Entah itu dari jurnal, buku pelajaran, video tutorial, atau dari situs resminya langsung yaitu arduino.cc.

Namun untuk situs resmi, kekurangannya yaitu menggunakan bahasa asing. Jadi, kurang cocok bagi kamu yang kemampuannya kurang dalam berbahasa Inggris.

Sebagai alternatif, kamu juga bisa ke situs aldyrazor.com ini. Karena selain berbahasa Indonesia, situs ini akan memandumu belajar Arduino online. Lengkap dari awal hingga akhir.

Sebelum mulai belajar, ada baiknya bila kamu juga mempersiapkan alat yang dibutuhkan. Karena belajar teori terus-menerus tanpa praktik sama saja zonk.

Untuk itu, kamu harus menyediakan beberapa komponennya dulu. Jika tak mampu membeli satu paket lengkap sekaligus, yah bisa juga dengan membeli per komponen.

Minimal alat yang wajib kamu miliki adalah board Arduino (disarankan uno) beserta kabelnya, kabel jumper, breadboard, satu jenis sensor, dan sebuah perangkat output seperti LED, buzzer, atau yang lainnya.

Dengan beberapa perangkat itu saja, kamu sudah bisa belajar membuat rangkaian Arduino sendiri di rumah. Kira-kira harga alat yang perlu dibeli sekitar 200 sampai 300 ribu.

Simulator Arduino

Tahukah kamu bahwa memprogram dan membuat rangkaian tak hanya dapat dilakukan saat memiliki Arduino dan komponen tambahannya saja. Tetapi bisa juga dibuat dalam bentuk virtualnya.

Bagaimana caranya? Yaitu dengan menggunakan aplikasi simulator Arduino. Aplikasi ini memungkinkanmu untuk membuat desain rangkaian 3D secara virtual. Jadi sangat cocok bagi kamu yang mau belajar Arduino tapi belum punya alatnya.

Aplikasi simulator Arduino banyak jenisnya. Tetapi yang paling sering digunakan ada tiga macam, yaitu:
  • Tinkercad
  • Proteus
  • Autodesk Eagle
Ketiga aplikasi tersebut tak selamanya harus kamu gunakan. Bisa juga menggunakan aplikasi simulator lainnya yang kira-kira bisa memenuhi kebutuhan proyek simulasimu.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap dan detail, kamu bisa membaca artikel saya tentang simulator Arduino.

Harga Arduino

Mengingat Arduino terdiri atas berbagai variasi jenis, maka untuk masalah harganya pun berbeda-beda. Belum lagi para penjual di toko online yang menerapkan harga beragam.

Disini saya tak bisa menampilkan semua harga Arduino, karena takutnya nanti terlalu panjang dan bikin ngantuk bacanya. Namun sebagai bahan referensi, saya akan memberikanmu harga dalam kisarannya.

Tabel Kisaran Harga Arduino


Jenis Arduino Harga Arduino (Kisaran)
Arduino Clone (KW) 30 ribu - 110 ribu
Arduino Asli (Original) 130 ribu - 660 ribu

Harga yang tercantum di atas telah mencakup semua jenis Arduino. Termasuk didalamnya harga Arduino Nano, Uno R3, Mega, Mini, Leonardo, dan yang lainnya.

Menurut tabel tersebut, harga Arduino asli jauh lebih mahal dibandingkan harga Arduino clone. Bisa dibilang sekitar dua kali lipatnya. Jadi untuk masalah harga, tinggal menyesuaikan isi kantongmu saja.

Tetapi asal kamu tahu saja. Dari segi fungsi, nyaris tak ada perbedaan antara Arduino versi clone dan  versi aslinya.

Sehingga untuk kamu yang masih pemula dan belum punya cukup dana, alangkah baiknya memilih untuk membeli Arduino Clone.

Sedangkan jenisnya, saya sarankan untuk membeli jenis Arduino Uno karena jenis inilah yang paling banyak dipakai dan mudah digunakan.

Jadi sangat cocok digunakan belajar mengikuti tutorial di Youtube yang kebanyakan menggunakan jenis Arduino Uno.

Arduino Starter Kit

Bagi kamu yang masih pemula dan belum tahu apa itu starter kit, di sini akan saya jelaskan agar bisa paham.

Arduino starter kit yaitu suatu paket belajar lengkap yang di dalamnya sudah ada buku panduan project, papan sirkuit, kabel jumper, breadboard, serta beragam komponen pendukung lainnya yang memang dikhususkan untuk pemula yang mau belajar Arduino.

Tipe starter kit pun ada beberapa macam berdasarkan kategori pengetahuan orang yang ingin menggunakannya.

Ada yang untuk pemula (beginner), tingkat menengah (medium), dan profesional (advance).

Untuk kamu yang punya cukup dana dan ingin belajar Arduino, saya anjurkan untuk langsung membeli paket starter kit di beberapa toko online terkenal.

Karena selain harganya lebih murah dibandingkan membeli komponen satu per satu, juga dilengkapi dengan buku panduan project yang bisa kamu jadikan referensi dalam pembuatan project Arduino sederhana.

Beberapa tempat terkenal yang menjual starter kit yaitu Shopee dan Amazon.

Komunitas Arduino

Selain belajar dari buku, jurnal, video tutorial, maupun artikel Arduino di internet. Kamu juga bisa bergabung dengan komunitas yang ada di kotamu untuk menambah wawasan.

Bergabung di komunitas Arduino akan membuatmu punya kenalan baru dan bisa saling sharing pengetahuan satu sama lain.

Jadi kamu bisa mulai browsing apakah di kotamu ada komunitas arduinonya atau tidak.

Beberapa komunitas yang cukup terkenal adalah Komunitas Arduino Jakarta, Bandung, Makassar dan Surabaya. Jika masih ada lagi, tolong tambahkan di kolom komentar.

Apabila di kotamu memang tak ada komunitas arduinonya, maka bukan tak mungkin kamu sendiri yang pertama kali membentuknya.

Kumpulkan beberapa orang yang memiliki passion di bidang Arduino dan bentuklah komunitas. Yang punya banyak pengetahuan yah berbagi dan yang masih kurang pengetahuannya bisa belajar dari situ.

Bahkan jika memungkinkan, kamu dan teman-temanmu bisa merencanakan untuk membangun proyek besar berupa pembuatan produk yang melibatkan komponen Arduino. Salah satunya adalah project IOT (Internet of Things).

Nantinya project besar itu bisa kamu dan teman-temanmu ikut sertakan dalam pameran. Dengan begitu maka nantinya nama komunitasmu akan terangkat lalu dikenal banyak orang.

Penutup

Cukup sekianlah penjelasan dari saya tentang Arduino adalah apa. Jika ada yang kurang jelas atau  ingin ditanyakan, tak usah sungkan untuk menuliskannya pada kolom komentar di bawah postingan ini. Insyaallah 99% akan saya jawab sebaik mungkin. Terima Kasih.

Posting Komentar untuk "Arduino adalah Apa? Ini Dia Penjelasan [Super] Lengkapnya"