Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Kekurangan Arduino yang Belum Banyak Diketahui Orang

kekurangan arduino

Selain memiliki kelebihan, ternyata Arduino juga punya kekurangan dibandingkan jenis mikrokontroler jenis lain seperti Raspberry Pi. Tetapi jika dibandingkan dengan kelebihannya, kekurangan Arduino jauh lebih sedikit dibandingkan kelebihan yang dimiliki.

Apa saja kekurangan dari Arduino? Kekurangan Arduino yaitu memiliki kapasitas memori yang kecil, clock speed rendah, tidak dilengkapi modul wire secara built in, kode HEX yang lebih besar, sering terjadi kesalahan fuse bit saat memproses bootloader, program lama harus dimodifikasi jika ingin mengubah instruksi, dan memori flash yang digunakan bootloader.

Beberapa kekurangan di atas mungkin ada yang belum banyak diketahui orang-orang. Tetapi dalam artikel ini saya akan bahas secara lengkap kekurangan tersebut.

Untuk lebih jelasnya, silahkan simak poin-poin berikut in.


Kekurangan Arduino

  1. Kapasitas Memori yang Kecil
  2. Memori penyimpanan yang dimiliki Arduino jauh lebih kecil dibandingkan Raspberry Pi. Ukuran memori untuk Arduino sekitar 0,002 MB sedangkan Raspberry Pi sekitar 512 MB (Sumber : IT Jurnal).

    Tak hanya itu saja, mari kita bandingkan kapasitas memori flash-nya.

    Untuk Memori flash Arduino ukurannya 32 KB, itupun 5 KB-nya digunakan oleh bootloader.

    Sedangkan Raspberry Pi tergantung besarnya kapasitas SD Card yang dipasangkan ke papan sikuitnya. Biasanya antara 2 sampai 16 GB.

    Dari data tersebut kamu bisa tahu kan bahwa ternyata jarak perbedaan ukuran memori antara Raspberry Pi dan Arduino memang sangat jauh sekali.

  3. Clock Speed yang Lebih Rendah
  4. Clock speed bisa didefinisikan sebagai kecepatan yang dijalankan mikroprosesor tiap intruksi atau getaran clock.

    Semakin cepat clock maka akan semakin cepat pulalah prosesor dalam menjalankan instruksi. Clock disini bisa dianggap sebagai detak jantung pada mikrokontroler.

    Atau dengan kata lain clock speed adalah kecepatan prosesor dalam melakukan instruksi.

    Nah, ternyata clock speed Arduino itu jauh lebih rendah dibandingkan Raspberry Pi. Clock speed Arduino sebesar 16 MHz, sedangkan clock speed Raspberry Pi sampai 700 MHz. Sangat jauh kan bedanya?

  5. Tidak Dilengkapi Modul Wired Secara Built in
  6. Tidak seperti Raspberry Pi, Arduino tak dilengkapi dengan modul wired secara built in seperti bluetooth, konektivitas wifi, dan ethernet.

    Namun bukan berarti Arduino tak bisa dipadukan dengan bluetooth, konektivitas wifi dan ethernet yah.

    Komponen-komponen tersebut bisa dipasangkan ke Arduino secara add-on dengan menambahkan modulnya.

    Jadi setidaknya kamu butuh modul tambahan lalu dihubungkan ke Arduino dengan kabel jumper agar bisa menggunakan fitur tersebut.

  7. Kode HEX- nya Lebih Besar Dibandingkan Mikrokontroler Pro
  8. Untuk kamu yang belum tahu apa itu kode HEX, jadi kode HEX itu bisa juga disebut bahasa mesin.

    File HEX inilah nantinya yang akan kita upload ke papan sirkuit Arduino.

    Saat kamu membuat program di software Arduino IDE, nantinya Arduino IDE sendiri yang akan mengonversi dari bahasa C ke bahasa mesin.

    Lalu kapan proses ini terjadi? Proses ini terjadi ketika program yang kamu buat telah di verify dan tak ada yang error. Saat itulah secara otomatis file HEX akan terbentuk.

    File ini kamu butuhkan jika ingin meng-upload program ke papan sirkuit Arduino dengan menggunakan software lain seperti WINAVR atau CodeVision.

    Intinya pada poin ini kekurangan Arduino yaitu ukuran file HEX ini yang relatif lebih besar dibandingkan mikrokontroler pro.

  9. Sering Terjadi Kesalahan Fuse Bit Saat Memproses Bootloader

  10. Fuse bit merupakan bit yang disetting untuk menentukan fungsi-fungsi dari pin, clock, dan fasilitas khusus.

    Fuse bit ini sangat berperan penting dalam:
    • Menentukan clock atau detak jantung dari mikrokontroler
    • Mengatur kecepatan start up pada mikrokontroler
    • Mematikan chip mikro jika sumber tegangan mikrokontroller tidak stabil dan meresetnya
    • Setting bootloader
    • Memungkinkan chip mikrokontroler untuk diprogram secara serial.
    Jadi kalau misalkan terjadi kesalahan pada fuse bit mikrokontroler, maka akan memengaruhi beberapa fungsi di atas.

  11. Program Lama Harus Dimodifikasi Bila Ingin Mengubah atau Menambahkan Instruksi
  12. Kekurangan lainnya dari Arduino adalah kita harus memodifikasi ulang script yang telah kita upload ke papan sirkuit Arduino bila ingin mengubah atau menambahkan perintah.

    Jadi ceritanya kira-kira seperti ini:

    Kamu telah membuat program yang fungsinya untuk menyalakan lampu. Program tersebut sudah terupload ke papan sirkuit Arduino dan bisa berfungsi sesuai perintah.

    Kemudian saat lampunya menyala, kamu berpikir untuk menambahkan buzzer dalam rangkaian tersebut. Jadi kamu ingin saat lampu tersebut menyala juga ada suara buzzer.

    Dalam hal ini kamu tidak bisa menimpa program tentang lampu ini dengan program yang isinya hanya tentang buzzer agar kedua komponen tersebut bisa bekerja secara bersamaan.

    Yang bisa kamu lakukan hanyalah membuka program awal, yaitu tentang lampu. Lalu menambahkan perintah tentang buzzer di dalamnya.

    Nah, inilah salah satu kekurangan dari Arduino. Kita harus mengubah program awal jika ingin mengubah atau menambah instruksi.

  13. Ruang Penyimpanan Flash Berkurang Karena Digunakan oleh Bootloader
  14. Perlu kamu ketahui bahwa program yang telah kamu buat nantinya akan disimpan di memori flash.

    Untuk ukuran memori flash pada Arduino itu adalah 32 KB. Jumlah yang sangat sedikit dibandingkan kapasitas memori smartphone kamu.

    Dan ternyata memori yang kecil ini 5 KB nya digunakan oleh bootloader. Ukuran memori yang sudah sangat kecil eh masih harus dikurangi lagi gara-gara bootloader.

    Jadi bisa dikatakan bahwa total memori pada Arduino yang digunakan untuk menyimpan program adalah sebesar 27 KB.

Baca Juga :

Penutup

Dibalik berbagai kekurangan Arduino yang telah dijelaskan di atas, ternyata kelebihan dan manfaat yang dimiliki oleh Arduino jauh lebih banyak.

Inilah yang menjadi alasan mengapa Arduino masih tetap digemari oleh banyak pecinta mikrokontroler dunia.

Pada dasarnya memang segala sesuatu di dunia ini memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Untuk mengatasi kekurangan itu, pihak Arduino saat ini masih berusaha mencari jalan keluarnya.

Kesempatan juga terbuka lebar bagi kamu yang ingin ikut berpatisipasi mengatasi kekurangan tersebut.

Karena seperti yang kita ketahui bahwa software maupun hardware Arduino bersifat open source atau bisa dikembangkan oleh siapapun.

Posting Komentar untuk "7 Kekurangan Arduino yang Belum Banyak Diketahui Orang"