Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Kerja Arduino dan Bagaimana Prinsip Serta Peranannya

gambar cara kerja arduino

Berkaitan dengan cara kerja Arduino, saya pikir ini adalah sesuatu yang cukup penting diketahui oleh para pemula yang ingin belajar Arduino.

Pasalnya, pemahaman tentang bagaimana Arduino bekerja dapat membantumu dalam melakukan analisis dan perancangan sistem.

Bagaimana mungkin kamu bisa merancang proyek Arduino bila cara kerjanya saja kamu tak tahu? Kan aneh.

Cara kerja dari Arduino ibaratkan suatu otak dalam rangkaian. Arduino bertugas memproses informasi dan mengendalikan kinerja komponen yang terhubung pada rangkaian. Baik itu komponen input maupun output.




Mengapa Arduino Bisa Mengontrol Komponen Lainnya?

Pada dasarnya, Arduino merupakan board instrumen elektronik yang dapat difungsikan sebagai pengontrol komponen elektronik karena di dalamnya terdapat chip mikrokontroler.

Chip tersebut terdiri atas prosesor, memori, komponen input/output, serta beberapa tambahan komponen pendukung lainnya.

Untuk beberapa tipe Arduino, kebanyakan menggunakan chip mikrokontroler seri Atmega328. Sedangkan tipe lainnya menggunakan seri mikrokontroler yang beragam.

Peranan mikrokontroler pada Arduino sangat penting karena membantu proses otomatisasi perintah berdasarkan instruksi program.

Jadi sangat cocok untuk proses pembuatan project sistem otomatis, monitoring, maupun sistem kontrol.

Jika kamu penasaran dengan chip mikrokontroler, kamu bisa menemukannya pada beberapa perangkat elektronik seperti komputer, smartphone, maupun pada robot.

Bagaimana Cara Kerja Arduino?

Secara sederhana, prinsip kerja dari Arduino bisa kita gambarkan seperti di bawah ini.

cara kerja arduino


Kira-kira alur kerjanya begini:
Pembacaan data oleh komponen input > data dikirim ke pin input > data masuk ke mikrokontroler > data diproses > data keluar dari Arduino >data dikirim ke pin output > data diteruskan ke komponen output.
Berdasarkan gambar dan keterangan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa cara kerja Arduino yaitu:

Tahap 1: Pembacaan data oleh komponen input

Hal pertama yang berlangsung adalah komponen input yang dihubungkan ke Arduino akan melakukan pembacaan atau pengukuran data yang jadi pemicu.

Misalnya berupa jarak, cahaya, getaran, atau suara.

Apa saja yang termasuk komponen input? Yaitu semua komponen yang dapat melakukan pengukuran maupun pembacaan data.

Termasuk semua jenis sensor. Entah itu sensor jarak, cahaya, maupun yang lainnya.

Tahap 2: Data dikirim ke pin input Arduino

Pin input adalah perantara yang menghubungkan antara Arduino dan komponen input.

Jadi, data yang didapatkan dari pengukuran dan pembacaan komponen input akan dikirim ke pin input Arduino.

Tahap 3: Data masuk ke mikrokontroler (inti Arduino)

Nantinya, data yang ada pada pin input Arduino akan dibawa ke mikrokontroler atau inti Arduino untuk masuk ke tahapan berikutnya. Yaitu tahap pemrosesan data.

Data yang masuk ke mikrokontroler akan diproses berdasarkan perintah atau program yang diberikan. Dalam tahapan ini pulalah diberikan instruksi akan seperti apa perintah yang akan dijalankan perangkat output nantinya.

Untuk memberikan perintah pada mikrokontroler Arduino, menggunakan bahasa pemrograman C dan melalui Software Arduino IDE.

Tahap 4: Data dikirim ke pin output Arduino

Setelah data diproses, maka selanjutnya data akan dikirim ke pin output Arduino.

Layaknya pin input, pin output Arduino juga berperan sebagai perantara yang menghubungkan antara Arduino dan perangkat output.

Perlu kamu ketahui bahwa rata-rata Arduino memiliki 14 pin yang dapat digunakan sebagai pin input maupun pin output.

Tahap 5: Data disalurkan ke komponen output

Data yang ada pada pin output Arduino, selanjutnya akan disalurkan ke komponen output.

Jadi, semua instruksi yang diberikan oleh mikrokontroler akan langsung dijalankan oleh komponen output seperti relay, lampu LED, buzzer, dan sebagainya.

Baca Juga :

Contoh Cara Kerja Arduino Dalam Rangkaian

Contoh 1: Penerapan Arduino dalam membunyikan buzzer menggunakan sensor gerak

prinsip kerja arduino

Pada gambar di atas kita bisa tahu bahwa peran Arduino dalam rangkaian tersebut adalah sebagai perantara antara sensor gerak dan buzzer.

Sensor gerak berperan sebagai komponen input dan buzzer sebagai komponen output.

Pin 2 disebut sebagai pin input karena menghubungkan antara Arduino dan komponen input (sensor gerak).

Sedangkan pin 13 disebut sebagai pin output karena menghubungkan antara Arduino dan komponen output (buzzer).

Adapun perintah yang diberikan yaitu buzzer akan berbunyi ketika sensor gerak mendeteksi adanya gerakan.

Contoh 2: Penerapan arduino dalam mengedipkan lampu LED dengan sensor suara


proses kerja arduino

Hampir sama dengan contoh sebelumnya, peran Arduino disini yaitu menghubungkan perangkat input (sensor suara) dan perangkat output (lampu LED). Pin inputnya adalah pin 7 dan pin outputnya adalah pin 11.

Pada konteks ini, Arduino diberi perintah yang sedikit bervariasi. Jadi, pada saat sensor suara mendeteksi suara pertama kali maka lampu LED akan berkedip.

Dan untuk pendeteksian kedua lampu akan berkedip dua kali. Begitu seterusnya hingga pendeteksian kesepuluh.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Arduino tak hanya berperan sebagai perantara belaka.

Melainkan komponen yang memutuskan seperti apa output yang ingin diberikan berdasarkan program yang telah ia terima.

Penutup

Kira-kira seperti demikianlah penjelasan tentang cara kerja Arduino. Saya berharap, penjelasan di atas bisa mudah teman-teman pahami.

Apabila ada yang kurang jelas atau ingin ditanyakan, tak usah ragu untuk menuangkannya pada kolom komentar yang tersedia di bawah postingan. Terima kasih.

Posting Komentar untuk "Cara Kerja Arduino dan Bagaimana Prinsip Serta Peranannya"