Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Datasheet Board Arduino Uno R3 Bahasa Indonesia Lengkap

Datasheet Arduino

Mungkin kebanyakan dari kamu masih ada yang belum tahu apa yang dimaksud dengan datasheet Arduino Uno. Yaitu berupa ringkasan kinerja dan karakteristik dari Arduino Uno itu sendiri.

Nah, kebetulan dalam postingan kali ini saya akan membahas seputar datasheet board Arduino Uno. Jadi biar nggak kudet, yuk simak penjelasan datasheet Arduino dalam bahasa Indonesia yang lengkap berikut ini:


Datasheet Board Arduino Uno

Tampilan Arduino

Berikut ini adalah gambar Arduino Uno dari versi 1 sampai yang revisi 3 tampak depan dan belakang

a. Gambar Arduino Uno depan dan belakang

datasheet board arduino


b. Gambar arduino uno SMD tampak depan
board arduino uno


c. Gambar Arduino Uno R2 tampak depan
datasheet arduino uno


d. Gambar Arduino Uno R3 tampak depan dan belakang

Arduino Uno R3

Board Arduino Uno R3 Bahasa Indonesia

Gambaran Singkat Seputar Arduino

Arduino Uno merupakan papan mikrokontroler yang menggunakan chip Atmega328 dan dilengkapi 14 pin input/output digital dimana 6 pin bisa digunakan sebagai output PWM, 6 pin input analog, osilator 16 MHz, port USB, power jack, header ICSP, dan juga tombol reset.

Dari saat perilisan hingga sekarang ini, Arduino sudah sampai ke revisi 3 (R3). Berikut ini penjelasannya.
  • Arduino Uno versi pertama tak menggunakan chip driver USB to serial FTDI. Sebagai gantinya, Arduino menampilkan Atmega16U2 (Atmega8U2 hingga versi R2) yang telah diprogram sebagai konverter USB to serial.
  • Arduino revisi dua (R2) memiliki resonator yang menarik garis 8U2 HWB ke ground sehingga jadi lebih mudah untuk menempatkannya ke mode DFU.
  • Arduino revisi 3 (R3), memiliki beberapa kelebihan yaitu penambahan pin SDA, SCL, dan IOREF, rangkaian reset yang lebih kuat, serta penggantian Atmega 16U2 menjadi 8U2

Ringkasan Arduino


Mikrokontroler Atmega328
Tegangan Operasi 5 volt
Tegangan Rekomendasi 7-12 volt
Batasan Tegangan 6-20 volt
Pin Input/Output Digital 14
Pin Input Analog 6
Arus Pada Pin Digital 40 mA
Arus Pada Pin 3,3 50 mA
Flash Memori 32 KB (0,5 KB untuk bootloader)
SRAM 2 KB
EEPROM 1 KB
Clock Speed 16 MHz


Desain Skema dan Referensi

Untuk skema dan referensi desainnya, kamu bisa dapatkan di situs resmi Arduino. berikut ini adalah linkn untuk skemanya dan referensi design berupa file Eagle.

Catu Daya

Untuk memberikan tegangan pada Arduino, dapat menggunakan adaptor AC ke DC, baterai, atau melalui kabel USB.

Kamu bisa mencolokkan port male adaptor berdiameter 2,1 mm pada power jack papan Arduino. sementara untuk penggunaan baterai bisa dengan menghubungkan konektor baterai ke pin GND dan VIN.

Papan dapat beroperasi pada tegangan 6-20 volt. Tegangan yang kurang dari 7 volt kemungkinan akan membuat papan sirkuit tak bekerja dengan baik, sedangkan tegangan yang melebihi 12 volt akan membuat regulator tegangan terlalu panas dan bisa merusak papan.

Jadi dianjurkan untuk menggunakan Arduino pada tegangan 7 sampai 12 volt. Beberapa power pin pada Arduino adalah sebagai berikut:
  • VIN, berfungsi sebagai tempat memasukkan tegangan eksternal selain dari power jack dan port USB.
  • 5V, berfungsi sebagai regulator yang memberikan suplai tegangan 5 volt pada alat atau komponen eksternal.
  • 3,3, juga berfungsi sebagai regulator yang memasok tegangan, hanya saja tegangannya 3,3 volt.
  • GND, berfungsi sebagai kutub negatif.

Memori

Arduino Uno memiliki 32 KB memori flash dimana 0,5 KB nya digunakan sebagai bootloader. Ada juga memori SRAM 2 KB dan memori EEPROM sebesar 1 KB.

Pin Masukan dan Keluaran

a. Pin Digital

Masing-masing pin digital pada arduino uno bisa difungsikan sebagai input maupun output dengan perintah pinMode(), digitalWrite(), dan digitalRead() yang semuanya berjalan pada tegangan 5 volt.

Tiap pin tersebut dapat memberikan arus maksimum 40mA dan memiliki resistor pull-up internal (terputus secara default) 20-50 kilo Ohm.

Perlu kamu ketahui bahwa beberapa pin digital di Arduino memiliki beberapa fungsi khusus yaitu:
  • Pin Serial yaitu 0 (RX) dan 1 (TX), berfungsi untuk menerima dan mengirimkan data serial.
  • Interupsi Eksternal yaitu 2 dan 3, berfungsi untuk memicu interupsi pada saat nilai rendah, sisi naik dan turun, atau perubahan nilai.
  • PWM yaitu 3, 5, 6, 9, 10, dan 11, berfungsi untuk menyediakan output PWM 8-bit dengan fungsi analogWrite().
  • SPI yaitu pin 10 (SS), 11 (MISO), dan 13 (SCK), berfungsi mendukung komunikasi SPI menggunakan library SPI.
  • LED yaitu pin 13, ada LED internal yang dihubungkan ke pin 13. Apabila pin bernilai HIGH maka LED akan menyala, dan begitu pula sebaliknya.

b. Pin Analog

Arduino Uno mempunyai 6 pin input analog yang berlabel A0 sampai A5 dimana masing-masing pin tersebut memberikan 10 bit resolusi. Berikut ini fungsi khusus dari beberapa pin analog.
  • Pin A4 (SDA) dan pin A5 (SCL) berfungsi mendukung komunikasi TWI menggunakan library khusus.

c. Pin Lainnya

  • Pin AREF, berfungsi mengatur tegangan referensi untuk input dialog.
  • Pin RESET, berfungsi untuk menjalankan atau memuat ulang program yang telah di-upload ke papan sirkuit.

Perlindungan Arus Berlebih Pada USB

Di Arduino sudah terdapat polyfuse yang bisa direset untuk melindungi port USB komputer dari arus pendek atau arus berlebih.

Karakter Fisik Arduino

Kalau dilihat dari segi fisik, Arduino Uno memiliki panjang 2,7 inci dan lebar 2,1 inci. Papan Arduino juga telah dilengkapi dengan konektor USB dan colokan listrik.

Selain itu, pada ujung-ujung papan sudah ada empat lubang sekrup yang akan memudahkan kamu untuk melekatkan papan pada permukaan atau casing.

Penutup

Demikianlah penjelasan seputar salah satu jenis board Arduino, khususnya dalam hal datasheet Arduino Uno. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman sekalian. Terima kasih!

Posting Komentar untuk "Datasheet Board Arduino Uno R3 Bahasa Indonesia Lengkap"