Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Arduino Nano : Pengertian, Fungsi, Pinout, dan Harga

Arduino Nano

Sebelum dapat menggunakan Arduino Nano, terlebih dahulu kamu harus paham dulu tentang fungsi dari tiap pin Arduino Nano dan beberapa penjelasan dasar tentangnya.

Ini sangat berguna untuk mengantisipasi agar nantinya kamu tak lagi melakukan kesalahan dalam pembuatan rangkaian agar tak berujung pada rusaknya komponen Arduinomu.

Pada postingan ini, saya akan memberikan penjelasan lengkap tentang pin Arduino Nano, spesifikasi, pinout, harga, dan beberapa hal yang berkaitan dengannya.

Entah itu berupa penjelasan dasar, pembuatan rangkaian, serta referensi harga dan panduan membeli Arduino Nano yang baik.

Ok, langsung saja kita simak penjelasan lengkap tentang Arduino Nano berikut ini:


Pengertian Arduino Nano

Arduino Nano adalah suatu papan sirkuit pengembang berukuran kecil yang didalamnya sudah tersedia mikrokontroler serta mendukung penggunaan breadboard.

Arduino Nano khusus dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Gravitech  dengan menggunakan basis mikrokontroler Atmega328 (untuk Arduino Nano V3) atau Atmega168 (untuk Arduino Nano V2).

Gambar Arduino Nano

Berikut ini adalah tampilan dari Arduino Nano dari depan dan belakang.
gambar arduino nano tampak depan
Gambar Arduino Nano Tampak Depan

gambar arduino nano tampak belakang
Gambar Arduino Nano Tampak Belakang


Keunikan Pin Arduino Nano

Jika diperhatikan, nama pin pada Arduino Nano agak berbeda dengan jenis Arduino lain pada umumnya. Setidaknya ada dua perbedaan yang paling mencolok, yaitu:

  • Nama Pin Digitalnya
  • Bila di Arduino jenis lain nama pin digitalnya langsung berupa angka pin keberapa, misalkan pin 3, 4, dan 5. Nah, kalau di Arduino Nano, nama pinnya diberi huruf “D” di bagian depan. Contohnya seperti pin D3, D4, dan D5.

    Perlu kamu ketahui juga bahwa huruf “D” ini diberikan sebagai pertanda bahwa pin tersebut merupakan pin digital.

  • Tanda Pada Pin PWM
  • Salah satu hal yang membedakan Arduino Nano dengan versi yang lainnya adalah terletak pada tanda pin PWM.

    Jika biasanya pin PWM ditandai dengan tanda tilde “~” di depan angka, maka pada Arduino Nano yaitu adanya tanda garis atau titik di depan atau di atas angka nama pin.

    Jika kamu masih ragu, coba deh cek ulang gambar di atas.

Arduino Nano Pinout

Seperti yang kita ketahui, bahwa Arduino Nano adalah salah satu produk papan sirkuit mikrokontroler berukuran kecil yang memiliki beberapa pin. Berikut pemetaan pinnya.

Arduino Nano Pinout, spesifikasi Arduino nano
Berdasarkan gambar di atas, berikut ini adalah penjelasan dan pembagian kategori pin pada Arduino Nano beserta fungsinya.

  1. Pin Input/Output Digital
  2. Fungsi utama dari pin ini adalah untuk membaca sinyal digital, yaitu berupa nilai 0 dan 1 atau ada juga yang menyebutnya logika TRUE dan FALSE.

    Adapun untuk jumlah pin digital pada Arduino Nano yaitu sebanyak 14 pin. Terhitung dari pin RX0, TX1, D2, dan sampai D13.

    Selain itu, ternyata pin input/output digital masih bisa dikelompokkan lagi berdasarkan fungsi spesifiknya, yaitu:

    • Pin Serial
    • yaitu pin yang fungsinya untuk memungkinkan terjadinya komunikasi serial pada Arduino. Contohnya yaitu pin RX0 dan TX1. RX berfungsi untuk menerima TTL data serial dan TX berfungsi untuk mengirim TTL data serial.

    • Pin External Interrupt
    • Yaitu pin yang dapat dikonfigurasikan untuk memicu sebuah interupsi pada nilai rendah, meningkat, menurun, atau perubahan nilai. Pin yang termasuk Eksternal Interrupt yaitu pin D2 dan D3.

    • Pin PWM Arduino Nano
    • Yaitu pin yang memungkinkan kita untuk menggunakan fitur PWM (Pulse Width Modulation). Pin yang termasuk PWM pada Arduino Nano yaitu pin D3, D5, D6, D9, dan D11. Ini ditandai dengan adanya tanda titik atau strip.

    • Pin SPI (Serial Peripheral Interface)
    • Fungsi pin ini adalah memungkinkan terjadinya komunikasi SPI. Contoh yang termasuk pin SPI yaitu pin D10 (SS), D11 (MOSI), D12(MISO), dan pin D13 (SCK).

    • Pin LED
    • Alasan utama mengapa pin 13 disebut pin LED karena fungsi pin ini adalah untuk menyalakan LED yang terpasang secara built-in di Arduino.

  3. Pin Input Analog
  4. Secara umum, fungsi pin ini adalah untuk membaca sinyal analog untuk diubah ke dalam bentuk sinyal digital.

    Jumlah pin input analog Arduino Nano berjumlah delapan. Terdiri atas pin A0, A1, A2, A3, A4, A5, A6, dan A7.

    Namun perlu kamu ketahui bahwa diantara delapan pin tersebut ada dua pin yang memiliki fungsi khusus, yaitu memungkinkan terjadinya komunikasi I2C.

    Pin tersebut antara lain:

    • Pin SDA (Serial Data)
    • Pin ini berfungsi untuk mentransaksikan data guna mendukung komunikasi I2C atau TWI (Two Wire Interface). Pin yang termasuk pin SDA adalah pin analog 4 atau pin A4.

    • Pin SCL (Serial Clock)
    • Pin ini berfungsi untuk menghantarkan sinyal clock guna memungkinkan terjadinya komunikasi I2C atau TWI. Pin yang merupakan pin SCL adalah pin analog 5 atau pin A4.

  5. Pin Tegangan
  6. Fungsi dari pin tegangan adalah memungkinkan kita untuk mengatur tegangan yang ada pada Arduino. Beberapa contoh pin tegangan dan fungsinya yaitu:
    • VIN, berfungsi sebagai tempat masuknya tegangan jika ingin menambahkan tegangan eksternal
    • 5V, berfungsi memberikan tegangan yang besarnya 5 volt
    • 3, 3V, berfungsi memberikan tegangan yang besarnya 3,3 volt
    • GND (ground), berfungsi menghilangkan beda potensial jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran tegangan
    • AREF, berfungsi mengatur tegangan referensi eksternal sebagai batas atas pin input analog
    • IOREF, berfungsi untuk memberikan referensi tegangan yang beroperasi pada mikrokontroler

  7. Pin RESET
  8. Berfungsi untuk merestart ulang program yang sedang berjalan pada Arduino. Caranya dengan menghubungkan pin RESET ke salah satu pin digital lalu memasukkan script khusus. 
    Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca postingan saya tentang cara reset Arduino yang terbukti berhasil.

    Selain menggunakan pin, sebenarnya ada cara yang lebih mudah untuk mereset Arduino. Cukup dengan menekan tombol RESET yang tersedia pada board Arduino, maka proses reset pun berhasil.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan pin RESET hanya digunakan ketika tombol reset mengalami masalah atau tak memungkinkan untuk dipakai.

Arduino Nano Datasheet dan Schematic

Bila pada pembahasan sebelumnya hanya berfokus pada pin, maka kali ini kita akan ke bagian selanjutnya. Yaitu tentang komponen apa saja yang digunakan Arduino Nano dan bagaimana cara kerjanya.

Dalam hal ini, saya telah menyiapkan file datasheet dan schematic dari Arduino Nano yang bisa langsung kamu download untuk dipelajari lebih lanjut. Yuk, silahkan di comot.

Spesifikasi Arduino Nano

Ringkasan spesifikasi dari Arduino Nano bisa kamu lihat pada tabel di bawah ini:

Jenis Mikrokontroler Atmega328
Tegangan Operasi 5 Volt
Tegangan Disarankan 7 - 12 Volt
Batas Tegangan 6 - 20 volt
Pin Input/Output Digital 14
Pin PWM 6
Pin Input Analog 8
Arus Per Pin 40 Ma
Memori Flash 32 KB (2 KB untuk bootloader)
SRAM 2 KB
EEPROM 1 KB
Clock Speed 16 MHz
Panjang 4,3 cm
Lebar 1,8 cm
Berat 5 gram

Arduino Nano Driver

Pada beberapa artikel sebelumnya saya telah menjelaskan bahwa agar port Arduino clone dapat terbaca, terlebih dahulu harus diinstal driver tambahan yaitu jenis CH341/CH340.

Untuk penjelasan lebih lanjut dan cara penginstalannya, semuanya telah dijelaskan dalam salah satu artikel saya yang berjudul driver Arduino.

Arduino Nano Eagle Library

Layaknya jenis Arduino Uno, ternyata jenis Nano ini juga bisa disimulasikan penggunaannya secara virtual. Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah Autodesk Eagle.

Tetapi yang perlu kamu tahu bahwa untuk menggunakan aplikasi ini dibutuhkan sebuah library khusus untuk Arduino Nano.

Namun tak perlu khawatir, karena di sini saya telah menyiapkan library khususnya. Silahkan cek Arduino Nano Eagle Library.

Kapan Kita Harus Menggunakan Arduino Nano?

Dalam mengerjakan suatu proyek, terkadang ada saat dimana kita diharuskan untuk menggunakan Arduino Nano, yaitu pada saat :

  1. Ruang dalam rangkaian project sempit
  2. Karena ukurannya yang kecil, Arduino Nano menjadi pilihan terbaik saat kamu ingin membuat produk berukuran kecil.

    Apalagi jika memang ruang dalam rangkaian produknya itu sempit dan nantinya Arduino akan ditempatkan secara permanen. Tentu saja, Arduino Nano adalah pilihan terbaik untuk pembuatan proyek tersebut.

  3. Minim budget
  4. Bagi kamu yang hanya memiliki sedikit budget, Arduino Nano adalah pilihan yang sangat cocok untukmu. Pasalnya, harga Arduino Nano jauh lebih murah dibandingkan jenis Uno dan Mega yang biasa digunakan.

    Dengan uang sebesar Rp. 50.000 saja sudah cukup untuk membeli Arduino Nano. Berbeda dengan jenis Uno yang berada dalam kisaran harga Rp.100.000.

  5. Ingin menggunakan lebih banyak sensor analog
  6. Tahukah kamu bahwa ternyata jumlah pin input analog yang dimiliki Arduino Nano setidaknya berjumlah 8. Suatu jumlah yang lebih banyak dibandingkan jenis Uno yang hanya 6 pin.

    Tentu saja ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk kamu yang memang ingin membuat proyek Arduino dengan banyak sensor.

Kelebihan Arduino Nano

Beberapa kelebihan yang dimiliki Arduino Nano yaitu :
  • Dimensi ukurannya yang kecil
  • Menggunakan USB mini
  • Jumlah pin input analog yang lebih banyak dari jenis Uno
  • Harga yang murah

Kekurangan Arduino Nano

Kekurangan dari Arduino Nano antara lain:
  • Membutuhkan breadboard untuk mengoneksikan pinnya
  • Jumlah kapasitas memori yang kecil
  • Tak dilengkapi port untuk colokan DC

Harga Arduino Nano

Sama seperti penjelasan jenis Arduino lainnya, di sini saya juga telah menyajikan tabel harga Arduino Nano ori dan clone.

Tentu saja dengan maksud agar bisa dijadikan bahan referensi harga sebelum mulai membeli papan Arduinomu. Berikut ini tabelnya.

Jenis Harga
Arduino Nano Original Rp. 300.000 - Rp. 500.000
Arduino Nano Clone Rp. 50.000 - Rp. 100.000


Cara Menggunakan Arduino Nano

Pada dasarnya, untuk cara penggunaan Arduino Nano sama saja dengan jenis Arduino yang lainnya. Bagian yang membedakan hanya terletak pada saat sebelum proses upload sketch.

Dalam hal ini, kamu harus mengatur jenis board yang ingin digunakan pada Arduino IDE terlebih dahulu. Berikut contoh tampilan penggantiannya.

Cara Upload Sketch ke Arduino Nano

Untuk kamu yang masih baru belajar Arduino Nano, di sini saya akan menjelaskan bagaimana tahapan dalam meng-upload sketch-nya. Perhatikan urutannya berikut ini.
  1. Sediakan alat dan bahan yang terdiri atas:
    • Arduino Nano
    • Kabel USB tipe C atau yang dikenal juga dengan USB mikro
    • Software Arduino IDE
  2. Hubungkan laptop dan Arduino Nano dengan kabel USB tipe C. Apabila tak mau terbaca, maka terlebih dahulu kamu perlu menginstal driver tambahan (lihat di beberapa poin sebelumnya).

  3. Buka software Arduino IDE lalu atur jenis board-nya menjadi “Arduino Nano” (lihat di penjelasan poin sebelumnya).

  4. Buat atau copy sketch yang telah jadi ke Arduino IDE

  5. Upload sketch dengan cara menekan tombol tanda panah ke samping kanan hingga muncul tampilan “Done Uploading” di jendela debug Arduino IDE. Perhatikan gambar berikut ini.


Program Arduino Nano Membuat Lampu Berkedip

Berikut ini adalah salah satu contoh program untuk Arduino Nano yang outputnya adalah membuat lampu terus menyala dan berkedip (blink).
int pinLED = 4;

void setup()
{
 pinMode(pinLED, OUTPUT);
}
void loop()
{
  digitalWrite(pinLED,HIGH);
  delay(1000);
  digitalWrite(pinLED,LOW);
  delay(1000);
}


Penutup

Demikianlah dari saya penjelasan seputar Arduino Nano yang mencakup pengertian, pinout, spesifikasi, dan beberapa hal yang masih berkaitan.

Saya berharap, apa yang telah saya jelaskan dalam postingan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman sekalian. Terima Kasih

Posting Komentar untuk "Arduino Nano : Pengertian, Fungsi, Pinout, dan Harga"